Pengobatan Gratis KKN 26 UTM Mendapat Antusias Tinggi Warga Bringin Nonggal


Warga Desa Bringin Nonggal Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang antuasias datang pada kegiatan Pengobatan Gratis yang digagas oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Universitas Trunojoyo Madura, Senin (28/07/2019). Kegiatan yang merupakan program pendukung KKN 26 UTM tersebut menggandeng kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dan Puskesmas Torjun. Sejak pagi hari pukul 09.00 WIB, warga berduyun-duyun berdatangan ke Posko KKN 26 UTM dan mayoritas merupakan lansia yang mempunyai gangguan kesehatan. 

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Agus Mulyadi mengapresiasi kegiatan tersebut sebab merupakan satu visi bersama pihaknya untuk turun memberikan pelayanan kesehatan di desa.  "Kami sambut positif usulan program dan kerjasama dari KKN 26 UTM, semoga tidak hanya berhenti disini dan ada keberlanjutan nantinya," tuturnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Torjun Ach. Jazuli, pihaknya merasa senang bisa bekerjasama dengan mahasiswa KKN UTM kelompok 26 dan berharap sinergitas semacam ini bisa terus berlanjut kedepan. 


Di kesempatan tersebut, dirinya juga berpesan kepada warga Desa Bringin Nonggal untuk senantiasa menjaga kesehatan dan melaksanakan pola hidup sehat. Penanggung Jawab Kegiatan tersebut Moch Dasuki menyampaikan bahwa pengobatan gratis tersebut sengaja digelar karena melihat mayoritas warga yang berprofesi bercocok tanam dan juga lansia yang membutuhkan hal itu. Dia juga menegaskan, pengobatan gratis ini dilaksanakan bukan hanya sebagai program kerja, tetapi untuk melaksanakan salah satu tridarma perguruan tinggi yaitu mengabdi kepada masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan supaya masyarakat atau warga Desa Bringin Nonggal lebih mengutamakan kesehatan.

"Saat ini musim panen, kita ingin warga sekitar juga lebih peduli terhadap kesehatannya karena kesehatan yang kadang dianggap sepele ini juga berpengaruh pada SDM dan SDA desa setempat," pungkasnya. Salah satu warga setempat Rois (56) bersyukur atas terselenggaranya kegiatan pengobatan gratis tersebut sebab dirinya mengaku terkadang tidak sempat untuk berobat di tengah kesibukan bertani. "Kita kalau tidak sakit parah kemungkinan jarang untuk berobat dengan adanya kegiatan ini mampu memberikan hal positif kepada warga yang memang mayoritas petani," pungkasnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar