KKN 26 UTM Inovasikan Jagung Menjadi Camilan Krupuk


Berbagai cara tentunya dapat dilakukan untuk meningkatkan sirkulasi perekonomian di pedesaan salah satunya dengan cara melakukan penelitian terhadap suatu sektor pertanian yang kemudian dilakukan pengolahan produk agar lebih memiliki nilai jual. 

Jagung sendiri yang merupakan hasil pertanian di Desa Bringin Nonggal, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang cukup melimpah akan tetapi pemanfaatan sektor pertanian tersebut sendiri belum dilakukan secara maksimal oleh warga dan masih terbatas untuk dijual tanpa dikembangkan menjadi olahan yang bernilai jual tinggi.

Kurangnya kesadaran terhadap pemberdayaan potensi lokal inilah yang kemudian menginisiasi para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 26 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk memberdayakan potensi lokal yang ada di Desa Bringin Nonggal. 

Kemudian atas dasar tersebut, para Mahasiswa KKN pada hari Rabu (10/07/2019) berhasil membuat inovasi untuk memanfaatkan jagung supaya dapat dijadikan sebagai olahan yang menarik yakni "Kerupuk Jagung" bersama ibu-ibu PKK setempat. 


Alifiah Lisna Oktaviani selaku penanggung jawab pengolahan produk unggulan tersebut mengatakan bahwa awal dirinya terbesit menyulap jagung menjadi krupuk itu ketika melakukan survey pelaksanaan KKN di Desa Bringin Nonggal pada beberapa bulan yang lalu. "Jadi dari beberapa potensi sektor pertanian di Bringin Nonggal kami pilih jagung untuk diolah menjadi produk yang mempunyai nilai jual dan akan dijadikan produk unggulan desa," ucapnya.  Menurut perempuan asal Lamongan tersebut, proses pembuatan krupuk jagung tak sulit namun hanya saja memakan waktu yang lama di bagian pengeringannya saja dan bergantung pada kondisi cuaca.

Pengolahan krupuk jagung tersebut sangat cocok dijadikan industri rumah tangga sebab tak membutuhkan modal banyak seperti halnya jika bermodalkan 100 ribu mampu meraup keuntungan seperempatnya. Alifiah menjelaskan bahwa awal prosesnya yakni menghaluskan bawang putih dengan bahan utamanya yakni jagung dengan cara blender yang dicampur juga dengan air dihingga halus. Setalah itu, proses selanjutnya yaitu mencampuri adonan yang telah halus dengan tepung terigu dan tapioka dan menambahkan beberapa penyedap garam serta diberi daun bawang. 

Selanjutnya semua adonan diaduk hingga tercampur rata berbentuk lonjong panjang dan masukan ke dalam panci yang telah berisi air mendidih untuk direbus dan jika telah matang lalu ditiriskan yang kemudian dijemur hingga kering dan krupuk yang mentah siap digoreng.  Tak hanya itu, para mahasiswa KKN 26 UTM juga memberikan pelatihan packaging yang tujuannya untuk menarik minat konsumen dan juga pemasaran online seperti yang telah marah dilakukan saat ini. 
Salah satu Tim Penggerak PKK Desa Bringin Nonggal Sumidah menyambut baik kegiatan inovasi yang digagas oleh para mahasiswa KKN tersebut terlebih lagi mempunyai tujuan untuk mendongkrak ekonomi daerahnya. "Kita sangat terbantu karena selama ini yang namanya jagung hanya dijual biasa saja belum ada inovatif mengarah ke sana agar mempunyai nilai jual yang lebih dan bisa dilakukan para ibu rumah tangga serta pemudi disini," ujarnya. Saat pelatihan pengolahan produk unggulan ini dilaksanakan, respon dari peserta pelatihan yang mayoritas ibu-ibu PKK sangat antusias meskipun program pelatihan ini dilakukan pada malam hari. 

"Saya sangat senang dengan adanya pelatihan pembuatan krupuk jagung ini karena bisa membantu kami dalam membuat olahan baru dari jagung, saya juga berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa UTM," tambahnya. Setelah selesai dilakukan pelatihan pengolahan produk krupuk jagung tersebut,  nantinya para Mahasiswa KKN 26 UTM akan terus memberikan pembinaan kepada TP PKK Desa Bringin Nonggal agar produk unggulan tersebut terus berjalan dan dijadikan home industri oleh warga setempat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar