Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikanmelalui Program Kerja KKN


Peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu fokus bagi suatu negara. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan akan berimbas langsung pada peningkatan SDM dan tenaga kerja pada suatu negara. Dengan demikian negara akan maju apabila memiliki sumber daya yang berkualitas.
Pendidikan merupakan suatu langkah awal dalam meningkatkan pengetahuan. Pendidikan memiliki pengaruh penting dalam memajukan suatu desa dengan tujuan mencerdaskan masyarakat desa. Banyak yang harus diperhatikan dalam memajukan pendidikan di suatu desa, diantaranya adalah tenaga pengajar yang mumpuni, sarana yang digunakan dan fasilitas yang disediakan. Jika fasilitas yang tersedia kurang memadai, maka masyarakat tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan menjadi penghambat dalam proses pembelajaran.Sarana sebagai alat atau metode pembelajaran menjadi tolak ukur dalam meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik. Sarana yang sesuai akan memudahkan peserta didik dalam menyerap materi yang diberikan. Selain itu, tenaga pengajar yang mumpuni juga menjadi faktor penting dalam menyalurkan pendidikan yang layak karena tenaga pengajar memiliki posisi yang sangat penting dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak didik. 


Tingkat satuan pendidikan yang dianggap sebagai dasar pendidikan adalah sekolah dasar. Disekolah inilah anak didik mengalami proses pembelajaran yang mendasari proses pendidikan selanjutnya. Pendidikan sekolah dasar menjadi fokus utama dibidang pendidikan karena diselenggarakan sebagai pemberian dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi anak didik. Pendidikan dasar ini selanjutnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri anak didik.

Desa Bringin Nonggal merupakan desa yang memiliki beberapa lembaga pendidikan formal dan nonformal, diantaranya SDN Bringin Nonggal 1, SDN Bringin Nonggal 2, dan Madrasah. Salah satu program kerja dari KKN 86 Universitas Trunojoyo Madura di Desa Bringin Nonggal ini adalah mengabdi pada lembaga pendidikan dengan membantu tenagapengajar memberikan materi dengan metode “Belajar Sambil Bermain”. Kegiatan ini dilaksanakan pada ketigalembaga pendidikan tersebut. Pelaksanaan kegiatan mengajar nonformal pada lembaga pendidikan Madrasah dimulai pada tanggal 23 Juli 2018 selama tiga hari dalam seminggu dengan materi pembelajaran sesuai yang telah ditentukan oleh pihak Madrasah. Sedangkan kegiatan mengajar formal di SD N Bringin nonggal 1dilaksanakanpada 26 Juli 2018 sampai 28 Juli 2018 dan SD N Bringin Nonggal 2pada 2 Agustus 2018 sampai 4 Agustus 2018 pada hari kamis, jumat dan sabtu.

Kegiatan mengajar formal di sekolah dasar dikhususkan untuk kelas 3, 4, 5 dan 6 dengan beberapa materi yang telah ditentukan olehmahasiswa KKN.Pelaksanaan kegiarab mengajar pada hari kamis diisi dengan pemberian motivasi selama 30 menit sebagai upaya meningkatkan minat belajar para siswa-siswi. Kemudian disusul dengan pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional negara. Pada hari kedua diisi dengan pemberian materi tentang Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan metode belajar sambil bernyanyi.  Namun, ada tambahan SBKuntuk kelas 5 dan 6 dengan pembagian empat kelompok belajar dalam satu kelas untuk pembuatan kerajinan tangan berupa anyaman dan figura. Pembagian kelompok belajar ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi anak didik untuk bersosialisasi, melatih kekompakkan, kerjasama dan memecahkan masalah. Hari terakhir kelas 3 dan 4 dijadwalkan dengan pelajaran SBK berupa menggambar dan pembuatan kerajinan tangan kicir-kicir yang dibagi menjadi empat kelompok dalam setiap kelas. Sedangkan kelas 5 dan 6 diberikan pelatihan untuk persiapan upacara bendera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar