PULIVARA SEBAGAI PEMNAFAATAN SUMBER DAYA ALAM YANG TERSISA KKN 86 UTM


Desa Bringin Nonggal terletak di kecamatan Torjun Kabupaten Sampang Madura. Desa tersebut memiliki sumber daya alam utama di bidang pertanian seperti padi, tembakau, jagung madura, dan kacang kedelai. Tidak hanya bercocok tanam, masyarak desa Bringin Nonggal juga banyak yang membuat kue serabi dan kerupuk. Tetapi saat ini pengolahan kerupuk di desa tersebut mulai terkikis karena kurangnya inovasi dan tata cara pemasaran, sehingga produksi tersebut gulung tikar.
Dalam kesempatan ini kelompok KKN 86 UTM membuat inovasi baru yang mudah di dapatkan dan lebih menarik perhatian produsen maupun konsumen. Bahan yang sederhana dan setiap rumah tangga memiliki bahan tersebut. Bahan tersebut adalah beras, bawang putih, ketumbar dan satu bahan tambahan yang mudah di dapatkan di pasar atau toko kue yang ada di daerah sekitar yaitu garam puli atau masyarakat biasa menyebutnya dengan “bleng”. Bleng di gunakan sebagai bahan pengembang dan pengekat pada beras yang sudah di masak dan di campur dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, ketumbar dan penyedap rasa.
Pulivara merupakan singkatan kata dari Kerupuk Puli Varian Rasa. Singkatan tersebut merupakan gagasan pemikiran untuk menarik perhatian dari pada konsumen. Pembuatan kerupuk puli varian rasa ini sangat sederhana dan mudah. Langkah-langkah yang di lakukan adalah sebagai berikut: (1.) beras yang sudah di cuci bersih di masak hingga matang dengan tekstur sedikit lembek. (2.) bumbu-bumbu seperti bawang putih, ketumbar, penyeda rasa dan garam kerupuk di haluskan menjadi satu, (3.) setelah nasi matang kemudian di campur dengan bumbu-bumbu yag sudah di haluskan dengan di campur air panas agar mudah larut dan tercampur, (4.) kemudian di cetak sesuai dengan selera
Pemanfaatan nasi yang tersisa ini memiliki tujuan tidak ada SDA yang terbuang dengan sia-sia. Selain itu dapat menumbuhkan minat usaha industri rumahan bagi warga desa Bringin Nonggal kecamatan Torjun kabupaten Sampang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar